Welcome to TM'z BLog

...................................................................................................................................................................
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

Sunday, May 23, 2010

Pentingnya Karya Tulis Ilmiah dalam Lingkungan Akademik

Kedudukan karya tulis ilmiah di Perguruan Tinggi sangat penting dan merupakan bagian dari tuntutan formal lingkungan akademik. Karya tulis ilmiah menjadi pemerlain dari suasana ilmiah akademik yang wajib dikerjakan untuk menyelesaikan program studi.

Dilihat dari jenisnya, karya tulis ilmiah terdiri atas makalah, laporan bab atau laporan buku, skripsi, tesis, dan disertasi.
Dilihat dari tujuan penulisannya, karya tulis ilmiah dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
(1) Karya tulis ilmiah untuk memenuhi tugas-tugas perkuliahan, yaitu makalah dan laporan bab atau laporan buku.
(2) Karya tulis ilmiah yang merupakan syarat yang dituntut dari mahasiswa ketika akan menyelesaikan program studi, yaitu Skripsi (untuk S1), Tesis (untuk S2), Disertasi (S3).

Sebagai bagian dari tugas-tugas perkuliahan, karya tulis ilmiah dalam bentuk makalah dan laporan bab atau laporan buku (chapter) merupakan bagian dari sistem SKS (Sistem Kredit Semester), yaitu merupakan komponen tugas-tugas terstruktur yang harus dipenuhi oleh para mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan dalam kelas. Jadi makalah dan laporan bab atau laporan buku merupakan konsekuensi logis dari sistem SKS dalam perkuliahan.

Skripsi dapat ditempuh oleh mahasiswa S1 yang memenuhi syarat IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) sesuai dengan pedoman akademik yang berlaku dan sejauh yang bersangkutan berminat untuk menempuh jalur ini. Bagi mereka yang tidak memenuhi persyaratan jalur ini atau mereka yang tidak berminat, alternatif lain yaitu jalur SKS. Sementara itu, Tesis wajib disusun oleh mahasiswa pascasarjana/program magister (S2) dan Disertsi wajib disusun oleh mahasiswa program Doktor (S3) dalam rangka menyelesaikan studinya.

Melalui karya tulis ilmiah tersebut, mahasiswa mengungkapkan fikirannya secara sistematis, sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan. Dengan mengacu kepada kepustakaan dan dokumen yang relevan, mahasiswa melakukan pengamatan lapangan, melakukan penelitian historis atau kajian kepustakaan. Dalam kaitan ini, karya tulis ilmiah merupakan wahana komunikasi hasil-hasil penelitian ilmiah dengan masyarakat akademiknya untuk diuji secara terbuka dan objektif, serta mendapatkan koreksi yang berupa saran dan kritik.

Di samping itu, karya tulis ilmiah juga merupakan wahana untuk menyajikan nilai-nilai praktis maupun nilai-nilai teoritis dari hasil-hasil pengkajian dan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh mahasiswa. Dengan sifat dan kedududukan ini, maka karya tulis ilmiah dalam lingkungan masyarakat akademik bisa ikut memperkaya khasanah keilmuan dan memperkokoh paradigma keilmuan pada bidang keilmuan atau disiplin yang relevan. Proses akumulasi, validasi, dan bahkan falsifikasi dalam kegiatan ilmiah melalui penelitian dan pengkajian ilmiah ini merupakan prasyarat untuk perkembangan disiplin keilmuan, termasuk ilmu pendidikan dan keguruan.

Jadi, karya tulis ilmiah dalam lingkungan Perguruan Tinggi mengemban dua misi, yaitu :
(1) Wahana untuk melatih para mahasiswa mengungkapkan fikiran-fikirannya secara sistematis, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hal ini merujuk pada sasaran yang mengacu pada segi prosesnya.
(2) Memberikan sumbangan pada perkembangan bidang ilmu pengetahuan. Hal ini merujuk pada sasaran yang mengacu pada segi produknya.

Penerapan Sistem Terdistribusi dengan Sistem Arsitektur Menggunakan COM+

Semakin berkembangnya teknologi dalam bidang komputer dan programming maka teknologi jaringan pun ikut berkembang sesuai dengan kebutuhan pengunanya. Penerapan dan penggunaan teknologi client-server dalam suatu jaringan dengan sistem arsitektur yang sesuai sangat diperlukan untuk membangun suatu aplikasi yang dapat mempermudah dalam pengaksesan dan pertukaran alur data dan informasi yang dibutuhkan oleh berbagai pihak. Seperti halnya dalam penerapan sistem terdistribusi yang memungkinkan penggunaan bersama teknologi jaringan dengan sistem arsitektur tertentu pada suatu server yang dibutuhkan untuk mengakses data dan informasi. Untuk mendukung sistem arsitektur tersebut, maka dibutuhkan teknologi client-server yang mempunyai distribution application yang lebih baik untuk mendukung kinerja sistemnya, seperti salah satunya dengan menggunakan COM+.

COM+ adalah suatu teknologi middlware yang merupakan solusi microsoft untuk membuat application server atau yang sering disebut sebagai middle-tier. Pada middle-tier inilah, beberapa business object disimpan. COM+ memungkinkan penggunaan objek-objek yang ada lintas jaringan komputer oleh aplikasi client. Di balik layar, COM+ menggunakan sebuah protocol yang bernama Remote Procedure Call (RPC) untuk mengeksekusi method-method yang berada di dalamnya lintas proses dan lintas batasan host. Bentuk arsitektur COM+ dapat dilihat pada gambar berikut ini :


Microsoft Transaction Server (MTS) atau juga populer dengan COM+ ini adalah produk microsoft yang pada dasarnya menyediakan infrastruktur untuk developer dalam mengembangkan distributed application. Distributed application adalah software aplikasi yang terdiri dari komponen-komponen yang terletak tidak hanya di satu server, tapi bisa dibeberapa server. Komponen-komponen tersebut berinteraksi satu sama lain menggunakan infrastruktur yang disediakan oleh MTS/COM+.

Jadi, COM+ Merupakan hasil pengembangan dari komponen COM dan MTS. COM+ menyediakan service berbasis enterprise yang didasarkan pada Component Object Model (COM) untuk membangun sistem distribusi. Keandalan COM+ telah teruji sejak lama sebagai alternatif dalam membangun sistem distibusi dan transaksi.

Penerapan sistem terdistribusi dengan arsitektur yang menggunakan COM+ ini dapat memberikan dukungan dalam hal pelayanan vendor programming tools, sistem operasi, dan database server terhadap teknologi client-server yang akan dibuat, sehingga memudahkan dalam hal developing.

Sistem Operasi Redhat Linux 9.0

Redhat linux merupakan desktop yang sangat popular dan banyak digunakan oleh pengguna linux. Redhat dikembangkan pada tahun 1995 oleh Bob Young dan Marc Ewing. Redhat memiliki pedoman instalasi yang sangat baik dengan tunjangan dokumentasinya yang dapat diperoleh dari internet. Apabila menemui kesulitan dapat dengan mudah mendapatkan dukungan user yang sangat banyak, serta komunitas pengguna redhat linux yang memiliki dan membentuk groups, mailing list, atau situs internet.

Perkembangan redhat versi 9.0 ini didukung oleh kernel 2.4.20 yang merupakan versi kenel yang dapat mendeteksi hampir seluruh hardware dan device komputer baru. Redhat 9.0 juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas aplikasi dan kemudahaan instalasi manajemen paket berbentuk rpm (redhat package manager) yang memungkinkan melakukan instalasi semudah di windows. Program rpm tersebut menyediakan berbagai paket yang terdiri dari aplikasi perkantoran semacam office, internet, database, dan sever, hingga aplikasi multimedia.

Redhat adalah salah satu distribusi linux yang memberikan kemudahaan dalam hal konfigurasi hardware dan pengaksesan beberapa perintah melalui tampilan yang akrab dan full grafis (GUI). Meskipun demikan, redhat memiliki keterbatasan dalam mengakses perintah-perintah tertentu dalam melakukan pendeteksian hardware secara otomatis, contohnya pada mounting dan melepas ikatan mount pada harddisk.

Sistem Pelayanan Informasi Pada Internet

Konsep sistem pelayanan jaringan pada internet sebagian besar bekerja dengan menggunakan menggunakan konsep client-server. Mekasinme client-server ini adalah suatu pogram client mengirimkan permintaan (request) kepada server untuk melakukan suatu tugas, misalnya dalam pencarian informasi. Server akan melakukan tugas yang diperlukan oleh client dan setelah selesai, hasil informaasinya akan dikirimkan kepada client.

Dengan cara ini maka dapat dilakukan pendistribusian proses secara efisien ke beberapa mesin yang berbeda. Pada sisi pemakai menggunakan program aplikasi client untuk suatu jenis layanan (service), yang akan mengirimkan permintaan ke server tertentu yang berada pada lokasi yang berbeda. Pada konsep client-server ini tidak bergantung pada jenis komputer yang digunakan, karena konsepnya adalah pada tingkatan layanan aplikasi yang dapat bekerja diatas protokol TCP/IP.

Dengan kata lain, pemakai disisi client tidak perlu mengetahui jenis komputer server apa yang diakses, apa sistem operasinya, dimana lokasi komputernya dan bagaimana cara memproses informasinya. Pemakai hanya menggunakan suatu program aplikasi dan meminta layanan kepada server yang diketahui alamat logikanya saja di jaringan internet.

Begitu pula sebaliknya, dokumen aplikasi akan tampil pada client sesuai dengan kemampuan komputer client. Pembuat dokumen aplikasi tidak bergantung pada platform komputer user yang beraneka ragam. Dengan cara inilah internet menghasilkan suatu mekanisme client-server yang heterogen. Progarm pada server tidak bergantung pada program client, begitu pula sebaliknya.

Ada banyak layanan aplikasi internet untuk pencarian informasi yang sering digunakan oleh pemakai, seperti halnya gopher, archie, WAIS, ftp dan sebagainya. Namun layanan yang cukup berkembang saat ini dan telah populer dikalangan pemakai jaringan internet adalah WWW (World Wide Web), atau biasa disingkat dengan web, bekerja dengan menggunakan teknologi yang disebut hypertext, yang kemudian dikembangkan menjadi suatu protokol aplikasi yang disebut HTTP (Hyper Text Transfer Protokol). Dengan adanya fasilitas ini dapat menjadikan web sebagai salah satu apliksi yang paling luwes untuk menjelajahi internet dalam mengakses informasi dalam beragam bentuk seperti text, grafik, suara, animasi, video, dan sebagainya

Saturday, January 10, 2009

Interaksi Manusia dan Komputer

Interaksi Manusia dan Komputer adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendesain, mengevaluasi, dan mengimplementasikan sistem komputasi yang interaktif untuk digunakan oleh manusia dan studi tentang ruang lingkupnya.

Interaksi Manusia dan Komputer memiliki cakupan yang begitu luas. Dilihat dari judulnya sendiri, ada 3 aspek :
(1) Aspek manusia : bagaimana manusia memperoleh informasi, mengolahnya, menyimpannya dalam memori dan menerapkannya.
(2) Aspek komputer : bagaimana komputer menerima input, memprosesnya, menyimpannya dalam memori dan memberikan output.
(3) Aspek interaksi : inilah yang menarik bagaimana dua entitas yang jauh berbeda bisa saling berinteraksi.

Interaksi terjadi apabila terjadi komunikasi. Interaksi adalah komunikasi dua arah antara manusia (user) dan sistem komputer.

Dari suatu ilmu pengetahuan tentang perspektif dari komputer, interaksi secara rinci dapat dilakukan antara satu atau lebih manusia, dengan satu atau lebih komputasi mesin. Yang mengontrol sebuah mesin tersebut adalah manuasia, dengan menggunakan suatu program grafik interaktif yang ada pada suatu stasiun kerja. Terjadinya komunikasi antara manusia dan komputer dimungkinkan oleh adanya berbagai teknik dialog interaktif yang cukup bervariasi, dimulai dari yang sederhana sampai yang cukup canggih.

Interaksi menjadi maksimal apabila kedua belah pihak mampu memberikan stimulan dan respon (aksi & reaksi) yang saling mendukung. Jika salah satu tidak bisa, maka interaksi akan mengalami hambatan atau bahkan menuju pembiasan tujuan. Tujuan dari Interaksi Manusia dan Komputer itu sendiri adalah untuk membuat/mengembangkan keamanan, utilitas, efektifitas, efisiensi, dan kegunaan suatu sistem yang melibatkan manusia dan komputer.

Adanya berbagai cara Interaksi Manusia dan Komputer pada dasarnya adalah untuk memudahkan manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik yang ia perlukan selama ia bekerja pada sebuah sistem komputer. Dengan kata lain, para perancang antarmuka manusia dan komputer berharap agar sistem komputer yang ia rancang dapat mempunyai sifat yang akrab dan ramah dengan penggunanya. Cara umum yang digunakan adalah bahwa pengguna memberikan suatu perintah kepada komputer, dan komputer menanggapinya dengan mencetak atau menuliskan tanggapan itu pada layar tampilan.

Untuk merancang sistem yang akrab dan ramah dengan pengguna, para perancang harus memahami aspek psikologi yang dimiliki oleh pengguna, karena masing-masing pengguna pastilah mempunyai ciri-ciri khusus dan kebiasaan yang berlainan ketika mereka bekerja pada sebuah sistem komputer. Sehingga, untuk membuat sistem komputer dengan usability yang baik diperlukan pemahaman atas faktor-faktor yang menentukan bagaimana manusia mengoperasikan dan menggunakan komputer tersebut secara efisien.

Model interaksi membantu kita untuk mengerti apa yang terjadi di antara pengguna dan sistem, menerjemakan tujuan dan apa yang dinginkan user dan apa yang harus dikerjakan sistem. Dengan memahami bagaimana manusia berprilaku dalam sistem kerja komputer, maka akan terjadi interaksi yang baik antara manusia dan komputer sehingga akan didapatkan hasil yang baik pula.

Oleh karena itu, kita tidak mungkin untuk meniadakan bagian dari Interaksi Manusia dan Komputer, sebab Interaksi Manusia dan Komputer mempelajari antara suatu manusia dan suatu mesin di dalam sebuah komunikasi, yang mendukung pengetahuan dari kedua-duanya, baik itu dari sisi mesin maupun sisi manusia.

Pada sisi mesin, teknik dalam komputer grafik, sistem operasi, bahasa pemrograman, dan lingkungan pengembangannya. Sedangkan pada sisi manusia antara lain, teori komunikasi, desain industri dan grafis, linguistik, ilmu-ilmu sosial, psikologi, dan tujuan manusia relevan. Dan tentu saja perancangan sistem dan metoda lainnya yang sesuai.

Bidang ilmu Interaksi Manusia dan Komputer adalah bidang ilmu yang terbuka untuk dipengaruhi dan mempengaruhi berbagai disiplin ilmu yang lain, yang cakupnya meliputi teknik dan ilmu komputer sampai ilmu pengetahuan tentang manusia. Mengingat luasnya cakupan disiplin ilmu, maka tidak praktis apabila seseorang menjadi ahli dalam semua aspek dari disiplin ilmu di atas. Oleh karena itu, ahli interaksi manusia komputer biasanya mempunyai spesialisasi dalam bidang tertentu.