Welcome to TM'z BLog

...................................................................................................................................................................
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Thursday, May 13, 2010

Serukan Motivasi “AKU BISA” Pada Diri Kita

Mendengar sebuah seruan “AKU BISA”, merupakan sebuah seruan yang menggambarkan keinginan dan kegigihan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan atau di cita-citakan. Apa bila dikaji, “AKU BISA” merupakan sebuah perwujudan dari sebuah motivasi. Motivasi dapat didefinisikan sebagai proses yang ikut menentukan intensitas, arah, dan ketekunan individu dalam usaha mencapai sasaran. Beranjak dari definisi motivasi tersebut terdapat kata kunci, yaitu intensitas, arah, ketekunan untuk mencapai sasaran.

Dalam kehidupan seseorang tentunya sering dihadapi oleh situasi yang membuat dirinya mengalami “down”. Hal ini merupakan sebuah fase manusia dalam kehidupan dimana dalam suatu kondisi tertentu dihadapkan oleh masalah yang menimpa dirinya. Cobaan tidak akan lepas dari kehidupan manusia, untuk itu perlu adanya sebuah keyakinan yang besar dari dalam individu tersebut untuk meyakinkan dirinya sebagai wujud rasa optimisme yang dapat membangkitkan semangat juang individu tersebut dalam menghadapi permasalahan.

Kekuatan yang terbesar dalam melawan sebuah keterpurukan dalam kehidupan adalah dengan memotivasi diri sebesar-besarnya untuk mendapatkan kekuatan tambahan dalam melewati cobaan dalam kehidupan. Cobaan dalam sebuah kehidupan manusia janganlah dianggap sebuah pengganjal yang dapat menghalangi terwujudnya sebuah tujuan tetapi hadapi cobaan tersebut sebagai sebuah tantangan dalam hidup yang mesti dihadapi dan juga dilewati.

Seperti kata Riswan Efendi Tarigan (Thinker, Motivator & Inspirator) :


Jadi intinya, ketika ada kemauan yang besar dengan optimisme yang kuat, semuanya pasti dapat dilewati dengan baik dan lawan sifat pesimis dengan menampakan sifat optimis bahwa “AKU BISA” pada diri kita masing-masing.

Friday, April 23, 2010

Keahlian dalam Peningkatan Karir

Semakin berkembangnya teknologi, semakin diperlukannya juga pengembangan keahlian dalam berkarir dalam dunia kerja untuk mendalami setiap profesi yang dijalani. Kompetisi dalam dunia kerja terus terjadi untuk memperoleh peningkatan karir yang ingin dicapai. Oleh karena itu kita harus mampu bersaing dengan yang lain agar dapat terus meningkat dalam karir. Selain itu kita juga harus menumbuhkan keinginan untuk terus berusaha dalam meningkatkan prestasi kerja agar dapat memperoleh kepuasan tersendiri dalam bekerja.

Dan yang perlu kita ketahui bahwa cara terbaik untuk berkompetisi dalam dunia kerja adalah dengan cara meningkatkan kompetensi yang dapat membuat kita terus lebih unggul dari yang lainnya. Tentunya untuk melakukan hal tersebut kita tidak cukup cuma memiliki keahlian di bidang kita saja, tapi kita juga perlu menguasai keahlian-keahlian lainnya yang dapat mendukung keahlian utama yang sudah dimiliki.

Berikut ini ada 4 macam keahlian yang perlu dikuasai untuk mendukung peningkatan karir (Haryanto Kandani - Motivator & Self Improvement Trainer) :

(1) Selling Skill
Kemampuan menjual harus dikuasai oleh setiap orang yang ingin meningkat dalam karir. Kemampuan menjual ini tidak hanya harus dimiliki oleh seorang sales, tapi juga harus dimiliki oleh setiap orang yang berprofesi dan ingin meningktkan karirnya. Karena dalam bidang pekerjaan apapun seseorang harus mampu menjual, apakah itu suatu produk atau jasa, maupun “menjual diri” sendiri yang mungkin bisa diartikan seperti seorang karyawan menjual kinerjanya pada suatu perusahaan, seorang guru menjual pengetahuan, seorang designer menjual keahliannya, dan sebagainya. Intinya setiap kita bertanggung jawab penuh untuk menciptakan nilai tambah pribadi pada setiap profesi yang dijalani, maka hal itulah yang membuat nilai jual kita semakin tinggi sehingga dapat meningkatkan karir kita.

(2) Interpersonal Skill
Keahlian membangun hubungan dan berinteraksi dengan orang lain sangat dibutuhkan untuk meningkat dalam karir. Karena dalam dunia kerja hampir tiga perempat waktu kita habiskan untuk berhubungan dengan orang banyak seperti customer, supplier, atasan, rekan kerja, dan bawahan. Oleh karena itu tidak heran jika sejumlah studi ilmiah menyimpulkan 85% kunci sukses ditentukan bukan dari keahlian atau keterampilan teknis saja, melainkan kemahiran dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain. Kemampuan membina hubungan akan sangat menolong kita dalam hal kerjasama tim, membangun networking, memenangkan hati pelanggan, dan disukai banyak orang.

(3) Communication Skill
Kemampuan berkomunikasi adalah suatu alat yang penting untuk meraih kemajuan dalam karir. Fakta menunjukkan bahwa kemampuan anda mencapai tujuan sangat dipengaruhi pada kemampuan anda dalam berkomunikasi dan mempengaruhi orang lain. Keahlian ini dapat terus dilatih dan dikembangkan agar kita dapat menjadi komunikator yang handal sehingga kita dapat dengan efektif menyampaikan ide-ide, mengkomunikasikan manfaat suatu produk atau jasa yang akan menentukan suatu penjualan, dan mempresentasikan suatu proyek dalam perusahaan.

(4) Learning Skill
Seiring adanya perkembangan teknologi, informasi dapat diakses secara mudah dengan menggunakan berbagai sarana. Beberapa informasi tertentu dapat menjadi sangat berharga yang mendatangkan berbagai keuntungan. Hal inilah yang harusnya mendorong kita untuk terus menyerap sebanyak mungkin informasi yang dibutuhkan sesuai bidang kita melalui seminar, koran, internet, membaca buku bahkan belajar dari para praktisi dan ahlinya. Proses ini menuntut pembelajaran yang efektif agar kita tidak ketinggalan dengan yang lain, selain itu juga kita harus mampu menyeleksi dan mengolah informasi yang kita serap agar selalu relevan dengan diri kita. Peningkatan pengetahuan selalu diikuti dengan peningkatan kompetensi lalu diikuti dengan peningkatan karir.

Keempat skill/keahlian tersebut harus mampu dikuasai dengan baik jika kita benar-benar ingin meningkatkan karir. Untuk melakukannya maka kita harus memulainya dengan cara menginvestasikan waktu kita untuk mempelajari keahlian-keahlian tersebut sehingga kita akan merasakan hasilnya pada pengembangan dan peningkatan karir kita.

Peningkatan karir yang kita peroleh akan memberikan kepuasan tersendiri dan memciptakan rasa bangga pada diri kita atas upaya peningkatan prestasi kerja yang selama ini kita usahakan.

Friday, April 16, 2010

Uang Sang Motivator

Uang merupakan sebuah alat tukar yang sah dan memiliki besaran sebagai nilainya. Uang biasa digunakan manusia untuk bertransaksi sebagai salah satu sarana penunjang kehidupan mereka. Melihat dari makna dan fungsi uang, betapa besarnya uang mempengaruhi hidup seseorang. Dewasa ini di zaman yang modern, sudah tidak dapat di pungkiri lagi bahwa uang merupakan sebuah benda yang ajaib yang dapat mempengaruhi semuanya. Mulai dari tata nilai, derajat, kebiasaan, pola hidup dan lain sebagainya yang semuanya berhubungan erat dengan keseharian hidup manusia.

Manusia saling berlomba untuk meraup uang sebanyak-banyaknya. Ada yang bekerja dengan keras, ada pula yang tanpa harus bekerja keras dan tanpa mengandalkan kemampuan intelektualnya untuk mendapatkan uang.

Apa motivasi manusia untuk berlomba-lomba mendapatkan uang???
Apakah manusia sudah diperbudak dengan uang???

Sejak terlahir di dunia manusia sudah menglami sebuah fase dalam kehidupan yaitu belajar. Mulai dari belajar makan, belajar berjalan, belajar bebrbicara, sampai dengan “belajar” yang diartikan menuntut ilmu di sebuah lembaga pendidikan. Apakah dunia pendidikan menentukan seseorang dalam meraih “uang”??? Banyak orang berpendapat bahwa dengan belajar yang setinggi-tingginya dapat membuat orang dapat mengejar cita-citanya. Tapi bagaimana cita-cita ini apabila didefinisikan untuk memiliki banyak uang sehingga dapat terpenuhinya semua kebutuhan hidup.

Dari sebuah pengamatan, manusia dewasa ini seperti sudah di perbudak dengan uang. Sebagai contoh, kasus korupsi Gayus Tambunan (Seorang pegawai Dirjen Pajak yang terlibat kasus penyuapan dan Money Laundry sebesar 26 Miliar). Ini merupakan contoh kongkrit bagaimana seseorang memiliki uang dengan cara-cara yang tidak baik. Apa yang sebenarnya melatar belakangi seorang Gayus Tambunan untuk korupsi??? Apa karna uang kah alasannya???

Kecenderungan manusia yang menganggap dengan memiliki banyak uang akan dapat mendapatkan sebuah kepuasan sendiri, biasa kita kenal anggapan ini sebagai paham Hedonoime. Ini memang banyak terjadi di sebuah perkembangan zaman yang modern saat ini.

Dari penjambaran yang telah coba dijabarkan tentang peran uang sebagai motivator manusia, sebenarnya ada sebuah pertanyaan yang lebih relevan adalah “Apakah uang memotivasi karyawan dalam angkatan kerja dewasa ini untuk bekerja lebih tinggi???

Agar uang memotivasi kinerja individu, harus dipenuhi kondisi-kondisi tertentu. Pertama, uang itu harus penting bagi individu itu. Tetapi uang tidak selalu penting bagi setiap orang. Orang yang berprestasi tinggi, misalnya termotivasi secara intristik, uang akan berdampak kecil bagi orang-orang ini. Kedua, uang harus dipersepsikan oleh individu itu sebagai imbalan langsung atas kinerja. Sayangnya, kinerja dan upah tidak bertautan erat dalam banyak organisasi. Kenaikan upah jauh lebih sering ditentukan oleh faktor non-kinerja seperti pengalaman, standar upah masyarakat, atau kemampuan menghasilkan laba perusahaan. Ketiga, jumlah marginal uang yang ditawarkan atas kinerja itu harus dipersepsikan oleh individu itu sebagai hal yang berarti.

Riset menunjukan bahwa keuntungan harus naik sekurang-kurangnya 7% dari gaji pokok agar karyawan mempersepsikannya sebagai memotivasi. Sayangnya, data terbaru menunjukan keuntungan rata-rata naik hanya dalam kisaran 3,9-4,4%. Akhirnya manajemen harus mempunyai keleluasaan untuk memberikan imbalan kepada mereka yang berkinerja tinggi dengan lebih banyak uang. Tetapi serikat buruh dan kebijakan kompensasi organisai membatasi keleluasan manajerial. Dimana ada serikat buruh, keleluasaan itu hampir nol. Dalam lingkungan tanpa serikat buruh, tingkatan kompensasi terbatas tradisional menciptakan batasan yang ketat. Dengan demikian uang mungkin secara teoritis mampu memotivasi kinerja karyawan, tetapi kebanyakan manajer tidak diberi cukup keleluasaan untuk berbuat banyak dalam hal ini.